Warga Manyaran Keluhkan Bau Limbah Tempe, Pengusaha Akui Sengaja Biarkan Saluran Limbahnya Tidak Diperbaiki, dan Akui Tidak Memiliki Ijin Usaha

Lintangpena.com Semarang Barat, Kota Semarang – Warga Jl. Panjangan RT 3 RW 7, Kelurahan Manyaran, Semarang Barat, Kota Semarang, mengeluhkan bau limbah produksi tempe yang diduga berasal dari usaha perorangan di wilayah tersebut. Tim liputan kami mendatangi kediaman pengusaha tempe yang bersangkutan untuk mengonfirmasi keluhan warga pada hari Selasa 23 September 2025.

Widodo, sang pengusaha tempe, mengakui mengetahui adanya keluhan dari warga terkait bau limbah produksinya. “Saya mengetahui siapa saja yang mengadukan ke wartawan, dan itu adalah orang sebelah rumah saya,” ujarnya sambil menyebutkan tiga inisial nama.

Bacaan Lainnya

Widodo juga mengakui bahwa ia sengaja membiarkan pembuangan limbah tersebut. “Saya memang sengaja untuk membiarkan pembuangan saluran limbah, karena saya tidak pernah mengganggu orang-orang tapi mereka selalu terkesan ikut campur urusan saya. Dulu saja sebelum saya buka usaha ini, di sebelah rumah saya ini dulunya juga usaha tempe, bau limbahnya pun sama, tapi ketiga inisial tersebut tidak pernah mengeluh,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai perizinan usahanya, Widodo mengakui bahwa usahanya belum dilengkapi izin. Ia juga mengakui tidak memiliki bak pengolahan limbah dan langsung membuang limbahnya ke sungai. “Pihak RT, RW, dan kelurahan pun sudah mengetahui usaha saya ini,” katanya.

Menanggapi keluhan warga dan temuan tim liputan, Widodo berjanji akan segera membenahi saluran pembuangan limbahnya. “Besok saya akan benahi agar saluran pembuangan limbahnya tidak macet lagi, yang memang sengaja tidak saya perbaiki,” pungkasnya.

Team pun melihat dari kondisi tempat pengolahan tempe nya yang berlokasi dibelakang rumah milik Widodo ini kurang higienis.

Tim liputan kami akan meminta pernyataan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait pembuangan limbah produksi tempe yang dibuang langsung ke sungai tanpa adanya proses pengolahan limbah.

Tim Liputan

M Bakara 

Editor: Nurhidayah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *