Mahkamah Agung Dorong Generasi Z Menuju Dunia Peradilan: Teknologi, Bahasa, dan Integritas Jadi Kunci

Lintangpena.com Bandung, 23 Oktober 2024 – Mahkamah Agung (MA) kembali menegaskan komitmennya dalam menarik minat generasi muda untuk berkarier di dunia peradilan. Melalui program MA Goes to Campus (MAGTC) di Universitas Islam Bandung (Unisba), MA mengajak para mahasiswa, khususnya Generasi Z, untuk mengenal lebih dekat profesi hakim dan aparatur peradilan. Acara yang berlangsung di Aula Hj. Kartimi Kridhoharsojo, Selasa (22/10/2024), menarik perhatian ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas di Unisba.

MAGTC kali ini mengangkat tema “Pengenalan Hakim dan Aparatur Peradilan di kalangan Gen Z”, bertujuan untuk menjawab pertanyaan yang sering muncul di kalangan mahasiswa mengenai profesi yang tersedia di MA dan empat lingkungan peradilan di Indonesia. “Kegiatan ini adalah media yang digunakan oleh Mahkamah Agung untuk memperkenalkan tugas dan fungsi peradilan, serta profesi hakim yang bisa digeluti oleh para mahasiswa dari berbagai jurusan,” ujar Sobandi, Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung.

Bacaan Lainnya

Acara ini menghadirkan narasumber kompeten, yaitu Hakim Yustisial Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Dr. Riki Perdana R. Waruwu, S.H., M.H., dan Kepala Sub Bagian Pengembangan Pegawai Biro Kepegawaian Mahkamah Agung, Muzhar Khotib, S.Ip, S.H. Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H., dalam sambutannya menyatakan rasa bangga atas terpilihnya Unisba sebagai tuan rumah MAGTC. “Semoga dengan terselenggaranya MA Goes to Campus di Unisba, banyak mahasiswa kami yang tertarik menjadi hakim dan aparatur peradilan,” ucap Edi Setiadi.

Menjawab Tantangan Era Digital:

Sobandi dalam kesempatan ini juga menyampaikan komitmen kuat Mahkamah Agung dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat pencari keadilan. Pelayanan tersebut kini telah bertransformasi dari manual ke digital untuk memberikan pelayanan yang cepat, akuntabel, dan berbiaya ringan. “Mahkamah Agung selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi demi bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Sobandi.

Menjawab tantangan era digital dan artificial intelligence (AI), Sobandi menjelaskan tentang Smart Majelis, aplikasi robotika berbasis AI yang digunakan untuk memilih majelis hakim secara otomatis. Aplikasi ini mempertimbangkan berbagai faktor, seperti pengalaman, kompetensi, dan beban kerja hakim, untuk memastikan hakim yang dipilih memiliki keahlian yang sesuai dengan perkara yang ditangani.

Tiga Kunci Sukses Menuju Dunia Peradilan:

Sobandi kemudian memberikan tiga pesan kunci kepada Generasi Z yang ingin bergabung ke Mahkamah Agung:

– Kuasai Teknologi Informasi: Sobandi menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi mengingat hampir semua pelayanan di Mahkamah Agung kini berbasis digital.
– Kuasai Bahasa: Penguasaan bahasa, terutama Bahasa Inggris, akan membuka banyak peluang, seperti kesempatan belajar ke luar negeri dan mengikuti kursus singkat di luar negeri.
– Tingkatkan dan Jaga Integritas: Sobandi menegaskan bahwa integritas merupakan kunci utama dalam dunia peradilan. Ilmu, pendidikan, dan jabatan tinggi tidak memiliki makna tanpa integritas.

MAGTC di Unisba diharapkan dapat menginspirasi para mahasiswa untuk mempertimbangkan karir di dunia peradilan. Mahkamah Agung membuka pintu lebar bagi generasi muda yang memiliki integritas tinggi, semangat untuk belajar, dan siap berkontribusi dalam menegakkan keadilan di Indonesia.

Mahkamah Agung terus berupaya untuk menarik minat generasi muda, khususnya Generasi Z, untuk bergabung di dunia peradilan. Dengan menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi, bahasa, dan integritas, MA berharap dapat melahirkan calon hakim dan aparatur peradilan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di era digital.

Rudolf 

Editor: Asep NS 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *