Proyek Misterius di Manyaran CV Citra Jaya Perkasa: Paving Block Warga Hancur, Tanpa Papan Informasi Publik, Dana Rakyat Dipertanyakan!

Lintangpena.com SEMARANG 24 September 2025 – Sebuah proyek pembangunan infrastruktur yang diduga menggunakan anggaran negara di Jalan Panjangan RT 03 /RW 07 Kelurahan Manyaran, Semarang Barat Kota Semarang Jawa Tengah, menjadi sorotan tajam setelah tim Liputan Khusus Gabungan Media menemukan sejumlah kejanggalan di lapangan. Selain ketiadaan papan informasi publik yang melanggar transparansi, proyek ini juga menyebabkan kerusakan parah pada paving blok hasil swadaya masyarakat akibat lalu lalang kendaraan berat pengangkut material.

Tim Liputan yang mendatangi lokasi proyek pada Selasa, 23 September 2025, mendapati kondisi pembangunan yang tertutup informasi. Warga setempat yang menjadi narasumber utama mengeluhkan dampak negatif proyek ini. “Paving blok yang kami bangun dengan susah payah kini hancur lebur karena truk-truk proyek,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Bacaan Lainnya

Di lokasi, tim berhasil mewawancarai seorang mandor lapangan bernama Asis. Ketika ditanya mengenai detail proyek negara ini, Asis berdalih, “Ini proyek negara, tapi saya hanya mandor di lapangan. Yang bertanggung jawab adalah Mas Adit.”

Melalui sambungan telepon seluler milik Asis, tim kemudian berbicara dengan Adit, yang mengaku sebagai kontraktor pelaksana dari CV Citra Jaya Perkasa. Adit mengakui kelalaiannya terkait tidak adanya papan informasi publik atau papan anggaran proyek. “Saya akui kelalaian saya tidak memasang papan informasi,” ujar Adit. Mengenai jenis proyek, Adit menyebutnya sebagai proyek “Musrenbang.” Ketika disinggung soal pekerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di lokasi, Adit berjanji akan menegur mandornya karena APD telah disediakan.

Namun, pembicaraan tidak berlangsung lama. Adit meminta Asis untuk memberikan nomor kontak tim liputan dengan alasan sedang ada tamu. Sekitar pukul 18.30 WIB pada hari yang sama, Adit menghubungi tim liputan dan melontarkan pernyataan yang mengindikasikan upaya untuk meredam isu. “Jika ini masih bisa diselesaikan, kenapa harus melebar kemana-mana?” ucap Adit. Sayangnya, ketika tim liputan mencoba menghubungi Adit kembali melalui WhatsApp untuk mendapatkan pernyataan lebih lengkap dan klarifikasi, hingga berita ini diturunkan, tidak ada jawaban.

Kondisi di lapangan, dengan tumpukan batu, semen, dan pipa yang sedang dipasang, menunjukkan bahwa proyek ini adalah bagian dari pembangunan fasilitas umum yang seharusnya transparan dan akuntabel. Keengganan kontraktor untuk memberikan informasi yang jelas dan upayanya untuk menghindari konfirmasi lebih lanjut menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengelolaan dana publik dan komitmen terhadap kualitas pekerjaan.

Menyikapi situasi ini, tim Liputan Khusus Gabungan Media berencana untuk segera mendatangi Kelurahan Manyaran guna meminta pernyataan dari Lurah setempat. Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang juga akan menjadi tujuan selanjutnya untuk mendapatkan keterangan resmi terkait proyek “Musrenbang” yang kini diselimuti misteri dan dugaan pelanggaran ini. Publik berhak tahu bagaimana uang pajak mereka digunakan dan siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan.

Team Liputan

Editor: Nurhidayah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *