Warga KPM di Desa Cihuni Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut Mengakui Program Bantuan Penyaluran di Nilai Normatif

Lintangpena.com,- Kabupaten Garut | Program bantuan penyaluran beras dari pemerintah yang menuai kontroversi dan polemik lapisan masyarakat Kabupaten  Garut, dan persoalan yang diduga berawal dari pemberitaan di salahsatu media online adannya kekurangan tonase beras  yang akan diberikan kepada masyarakat Desa Cihuni, Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut, yang berdampak menjadi beragam persepsi cara pandang, dari lapisan masyarakat, Kabupaten Garut.

Menyikapi rumor dan cara pandang di beberapa media online, tim dari tiga awak tiga media mencoba kembali melakukan penelusuran kepada KPM masyarakat penerima bantuan dilingkungan Desa Cihuni Kabupaten Garut, tim berhasil  melakukan wawancara kepada dua orang KPM masyarakat penerima bantuan beras di Desa Cihuni salah satu nya ibu DR yang tinggal Kp.Cihuni Rt 02 Rw 03 Desa Cihuni Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut, pada Kamis sore pukul 16:00 WIB.

Bacaan Lainnya

Menjawab pertanyaan dari para tiga awak media dengan logat sunda ibu DR ” Beas bantosan waktos mingon kamari alhamdulilah parantos di tampi ku ibu sareng tos katuang kukeluargi ibu sateu acana dicobian ku abdi di kulak di etang upami opat kulak kaleng susu teh saterang abdi patokan na pami di kilo aya sakilo di etang sadayana waktos tipayun teh aya 40 kulakan kaleng susu bakat ku hoyong terang isi sakarung na sakumaha upami masalih nukamari janten riweuh di media  mah abdi kirang uninga masalih leres henteuna aya penyusutan (arti penjelasan bahasa indonesia Nara sumber ibu DR alhamdulah beras bantuan dari pemerintah sudah diterima oleh saya dan manfaat untuk makan keluarga saya bahkan sebelum di masak saya sendiri iseng-iseng beras bantuan yang di terima dikulak seutuh nya oleh ukuran kaleng susu, setau saya 4 kaleng itu sekitar satu kilo gram dan saya menghitung isi karung beras bantuan tersebut untuk meyakinkan ada empat puluh kaleng susu jika di ukur kilo gram kurang lebih sekitar 10 kilo gram terkait adanya masalah dipemberitaan penyusutan beras yang diterima oleh KPM  masyarakat kp lain Desa Cihuni saya tidak kebenaran iya dan tidak nya ada kejadian menjawab pertanyaan para awak tiga media.

Masih diwilayah ruang lingkup masyarakat penerima bantuan di kp Desa Cihuni tim dari tiga awak media mencoba melakukan konfirmasi wawancara kembali untuk mencari tau permasalahan yang sebenarnya nya terjadi berhasil menemui salah satu KPM masyarakat diwilayah Desa Cihuni ibu SN salah satu warga Rw O1 mencoba mempertanyakan kejelasan beras yang diterima, awak media masih mendapatkan penjelasan yang sama, terkait beras batuan dari pemerintah diterima oleh pada waktu satu Minggu kemarin baik dari kualitas dan tonase nya tidak ada penyusutan yang dianggap mencolok kalau gram ons dipastikan iya  begitupun dalam permasalahan, kualitasnya cukup baik dan layak dan terkait kabar dimedia jadi ramai saya sendiri heran dan kaget ada kekurangan kiloan yang bersifat mencolok diwilayah “Kampung saya rata-rata para KPM. Alhamdulilah menerima bantuan kiloan perkarung tidak ada penyusutan seperti di media. Alhamdulilah sangat bermanfaat bagi keluarga merasa terbantu untuk makan sehari hari keluarga saya beban kebutuhan,” ungkap Ibu SN menjawab pertanyaan tim para tiga awak media melakukan investigasi mencoba melakukan pendalaman mengetahui permasalahan yang sebenarnya terjadi

Usai melakukan investigasi kepada dua KPM penerima manfaat bantuan di wilayah Desa Cihuni Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut bergegas menemui atap panitia program bantuan penyaluran beras melakukan konfirmasi wawancara kepada Pincab Bulog Ciamis pada pukul 17:00 WIB di Tarogong Kidul yang secara kebetulan Intens melakukan kroschek terhadap isu yang berkembang di salahsatu ruangan kantor gudang Bulog dalam sela-sela aktifitas nya. Asvhill  menjawab beberapa pertanyaan dari tim para awak media terkait adanya isu adanya penyusutan timbangan beras bantuan KPM masyarakat Desa Cihuni Kecamatan Karang Kapawitan Kabupaten Garut yang memicu berbagai ragam pandangan di lapisan masyarakat

Asvhell yang bernotabene menjabat sebagai pinca Bulog Ciamis menjawab adanya dugaan penyusutan di beberapa media online di Desa Cihuni. Saya sendiri sudah melakukan langkah-langkah cepat dan merespon, atas pemberitaan terkait beberapa media Garut, termasuk melakukan langkah-langkah penelusuran dengan pimpinan dan jajaran PT Kantor Pos Indonesia dan koordinasi dengan fasilitator, dibawah Dinas Sosial dengan para TKSK, mencari sumber fakta kebenaran terjadi nya penyusutan beras yang susut diluar ketidak wajaran, namun pada saat semua tim Bulog dan Anggota PT Pos Indonesia mendatangi Desa dan para TKSK mendatangi Desa Cihuni beras yang diduga mengalami penyusutan objek beberapa karung berras sudah tidak ada dikarenakan sudah dipakai oleh para KPM dan yang menjadi heran para atap antara waktu penyelenggara waktu pendisribusian beras bantuan ke Desa terkait dan isu munculnya isu pemberitaan dibeberapa media online jarak waktunya cukup jauh, Ddan ahirnya para atap penyelenggara pun belum bisa berkesimpulan terhadap benar dan tidak nya isu penyusutan beras terjadi termasuk mitra dari TKSK pun sempat melakukan menemui beberapa KPM  masyarakat didalam dipemberitaan untuk melihat kondisi dugaan adanya penyusutan beberapa karung beras akan tetapi para atap panitia dan TKSK tidak melihat keutuhan objek beras yang menjadi polemik kegaduhan di beberapa media online karena sudah di komsumsi oleh KPM yang bersangkutan

Artinya dari polemik kegaduhan dibeberapa media online bagi saya  tindakan dan langkah-langkah kedepan agar meningkatkan ekstra  pengawasan, termasuk membuat peraturan di Bulog, khususnya sebagai bentuk sikap dan ketegasan, baik kepada pegawai mitra bulog akan memberikan pemecatan kemitraan dan pemecatan pada  pegawai yang melanggar ketentuan dan kedapatan melakukan perbuatan melawan hukum saya sendiri tidak akan segan-segan akan benindak tegas apabila terjadi perbuatan dugaan pelanggaran hukum di akibatkan oleh para oknum pegawai atau oknum mitra Bulog akan bertindak tegas dilakukan proses penegakan agar menjadi efek jera agar penyelenggaraan program bantuan beras untuk masyarakat di Kabupaten Garut berjalan dengan lancar tanpa hambatan dan  ditunggangi  kegaduhan yang akan berdampak keterhambatan bantuan untuk masyarakat.

Artinya dari Bulog bersama PT Pos Indonesia, Dinas Sosial dan TKSK serta jajaran desa-desa di Kabupaten Garut  mengajak sama-sama melakukan  pengawasan dan mengawal program bantuan beras KPM masyarakat Kabupaten Garut

Apabila terjadi temuan atau permasalahan penyusutan, dan dugaan pelanggaran perbuatan melawan Hukum oleh berbagai oknum agar segera melaporkan, kepada pihak penyelenggara program dan  disertai alat bukti perbuatan agar kami selaku panitia program bisa melakukan tindakan kepada oknum dan perlu disampaikan agar menjadi bahan informasi dalam prosedur konplen SOP jarak waktu sudah di atur dalam perjanjian 1X 24 jam bagi para desa dan KPM penerima bantuan beras jika ada temuan beras bantuan yang dianggap bermasalah agar tidak menunda waktu komplen dan segera melakukan pelaporan agar para atap segera melakukan tindakan upaya-upaya pengantian retur beras.

Harapan untuk kedepanya agar seluruh masyarakat dan para awak media serta Aktivis, LSM agar bersama sama dengan jajaran pihak panitia penyelenggara melakukan pengawasan pendistribusian bantuan beras ketiap desa-desa kita semua dari para kelompok oknum yang akan merusak program bantuan beras untuk masyarakat di Kabupaten Garut,” ungkap Asvhell  Menjawab  pertanayaan dari para awak media pada Kamis sore  pukul 17:00 WIB

Menyikapi polemik yang berkembang di lingkungan masyarakat Kabupaten. Silvi menjawab pertanyaan langkah dan rencana kedepan sebagai salah satu Dinas penyelenggara program akan melakukan himbauan kepada mitra  TKSK dan fasilitator di Desa Desa dan Bulog serta Dinas ketanganan pangan menurut informasi pemerintah dari Kabupaten Garut akan melakukan RAKOR dengan pejabat utama para panitia program bantuan beras termasuk melakukan kordinasi dengan dua intitusi penegak hukum kejari Kabupaten Garut dan Polres Garut untuk antisifasi dan menyikapi  permasalahan yang sebenarnya terjadi dan  hususnya menghimbau  kepada masyarakat kabupaten garut agar tidak terpancing dan bersikap bijaksana dalam memberikan pandangan tidak mengandung provokatif menjadi bola liar  pemanfaatan para oknum yang bertujuan untuk menunggangi kepentingan memanfaatkan situasi permasalahan yang terjadi khususnya kepada para awak media, lembaga swadaya masyarakat agat bekerja bisa sama dalam memberikan pandangan positif serta rasional menyikapi setiap permasalahan yang terjadi agar masyarakat dan jajaran pemerintahan Kabupaten Garut tentram aman dan kondusip target kemaksimalan program bantuan dari pemerintah berjalan lancar sesuai harapan semua pihak.

(Toni Rahmat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *