
Penajournalis.com, – Mimbar Dakwah bersama ustadz Aceng Anwar S.Kom.I., da’i Kamtibmas Polsek/Koramil Leuwigoong, Polres/Kodim Garut, Ketua MUI Ds. Margacinta, Pimpinan Majelis Taklim Sunan Mataram Kp. Cikukuk, Dewan Penasehat Rohani Penajournalis.com (04/08/2022)
“Remaja Dan Pemuda Sebagai Generasi Penerus Bangsa ”
Assalamu`alaikum Wr. Wb.
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَ عُدْوَانَ اِلاَّ عَلى الظَّالِمِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سيِّدَنا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَا بَعْدُ فَيَاعِبَادَاللهِ اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَاتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Hadirin rohimakumulloh
Yang paling utama pada saat ini, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan nikmat, karunia dan ampunanya.
Shalawat salam kita haturkan kepada junjunan kita Nabi Muhammad SAW yang senantiasa kita nantikan syafa’atnya, kepada keluarganya, shohabatnya dan semua umatnya.
Hadirin yang berbahagia
Masa muda merupakan masa yang penuh dengan harapan, penuh dengan cita-cita dan penuh dengan romantika kehidupan yang sangat indah. Keindahan masa muda dihiasi dengan bentuk fisik yang masih kuat, berjalan masih cepat, pendengaran masih akurat, pikiran masih cermat, kulit wajah indah mengkilat, walaupun banyak jarawat, tetapi tidak gawat karena masih banyak obat ditoko-toko terdekat.
Oleh karena itu pantas bila para pemuda dan para remaja merupakan salah satu penentu maju dan mundurnya suatu Negara. Sebab terbukti sejak dahulu kala hingga saat ini dan sampai yang akan datang sesuai dengan fitrohnya pemuda dan remaja merupakan tulang punggung suatu Negara, penerus estafet perjuangan terhadap bangsanya. Sebagaimana syekh Mustofa Al-Ghalayaini seorang pujangga Mesir berkata :
أن فى يد الشبان أمر الأمة وفى أقدامها حيتها
“Sesungguhnya pada tangan-tangan pemudalah urusan umat dan pada kaki-kaki merekalah terdapat kehidupan umat”
Mengingat betapa pentingnya remaja dan pemuda sebagai generasi penerus bangsa, maka pada kesempatan yang baik ini kami akan mengangkat tema mengenai “Remaja Dan Pemuda Sebagai Generasi Penerus Bangsa ”, dengan landasan Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 9 :
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا
Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.
Hadirin ma’asyirol muslimin rohimakumulloh
Imam Hafidz ‘Imaduddin Abu Alfida Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’anul ‘Adhim menyebutkan bahwa menurut riwayat Ibnu Abbas ayat ini turun berkenaan dengan seorang orang tua yang mewasiatkan kepada anaknya wasiat yang akan membawa kemudaratan bagi dia. Maka Alloh Swt. memerintahkan kepadanya untuk merubah wasiatnya kepada ketakwaan kepada Alloh dan kebaikan.
Hadirin, jika kita kaji lebih mendalam, ayat tersebut diawali dengan kalimat واليخش, secara semantik :
الواو واوالعاطفة والام لام الآمر يخش فعل المضارع مجزوم بلام
Istinbatnya, واليخش adalah sighat amr, kaidah mengatakan :
الأصل في الأمر للوجوب
“Pada dasanya setiap perintah menunjukkan kewajiban”
Menurut ayat diatas jelas-jelas Alloh Swt. memperingatkan manusia supaya tidak meninggalkan generasi penerus yang lemah baik fisik, mental ataupun intelektual, karena ini biasa menyebabkan kemunduran. Apabila generasi muda yang ada sekarang maupun yang akan datang mempunyai kelemahan dalam hal-hal tersebut. Maka bisa dipastikan mereka mudah terhanyut dalam gelombang bencana kemerosotan moral yang disebabkan oleh pergaulan yang semakin bebas serta penyalahgunaan media, karena modal utama mereka dalam membentengi diri dari bencana tersebut adalah tingkat intelektualitas serta pemahaman manfaat dan mudharat dari sebuah pergaulan dan media sehingga hal ini biasa memudahkan remaja dan pemuda dalam proses filtralisasi budaya sehingga mereka terbebas dari taqlid buta alias terbebas dari budaya ikut-ikutan. Oleh karena itu wajib bagi kami, saya, saudara dan kita semua merasa takut jika meninggalkan anak-anak, keturunan dan generasi yang lemah.
Hadirin rohimakumulloh
Prof. Dr. BJ. Habibi mengatakan setidaknya ada lima kelamahan yang harus kita hindari, yakni lemah harta, lemah fisik, lemah ilmu, lemah semangat hidup, dan yang sangat ditakutkan adalah lemah akhlak.
Hadirin jika lima kelemahan ini melekat pada generasi-generasi remaja dan pemuda kita, saya yakin mereka bukan sebagai pelopor pembangunan melainkan sebagai virus pembangunan, penghambat pembangunan, bahkan penghancur pembangunan.
Padahal hadirin, dinegeri tercinta ini sejarah telah membuktikan sejak tahun 1908 masa kebangkitan nasional sampai menjelang detik-detik proklamasi dikumandangkan berbagai organisasi kepemudaan, seperti persatuan pelajar Stofia, Trikoro Dharmo, Jong Islamanten Bond bahkan kita mengenal Budi Utomo tokoh pemuda kharismatik, mereka semua menjadi The Grand Old Man istilah Bung Karno menjadi Stood Geeber bahkan menjadi The Founding Father pendiri, penggerak yang mampu merebut kemerdekaan.
Sejarah tersebut mengajarkan kepada kita semua selaku remaja dan pemuda saat ini dan yang akan datang agar memiliki semangat juang yang tinggi serta tanggung jawab yang penuh terhadap kelangsungan Nusa, Bangsa dan Agama yang kita anut saat ini, sebab سبان اليوم رجال الغد The young today is the leader tomorrow pemuda hari ini adalah jago-jagonya pemimpin yang akan datang.
Sebagai contoh bagi remaja dan pemuda sebagai generasi penerus bangsa, mari kita renungkan firman Allah Swt dalam QS. Al-Kahfi ayat 13 :
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَاَهُمْ بِالْحَقِّۗ اِنَّهُمْ فِتْيَةٌ اٰمَنُوْا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًىۖ
Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.
Hadirin ma’asyiral muslimin rohimakumullah
Imam Ali As-Shabuni dalam kitab Sofwatut tafasir memberikan syarahan terhadap ayat tersebut dengan redaksi :
نحن نقص عليك يا محمد خبرهم العجيب على وجه الصدق بلا زيادة ولا نقصان
“Yaitu kami kisahkan kepadamu wahai Muhammad berita aneh mereka menurut perjalanan yang benar tidak ditambah dan tidak dikurangi sedikitpun”.
Dengan demikian, ayat tersebut merupakan khabariyyah ilahiyyah, suatu berita dari Alloh Swt. Isi beritanya adalah kisah tentang pemuda Ashabul Kahfi. Ashabul Kahfi dapat kita jadikan uswah hasanah (teladan terbaik), terutama bagi remaja dan pemuda selaku generasi penerus bangsa. Ashabul Kahfi merupakan simbol personifikasi pemuda-pemuda beriman dan teguh pendirian, kuat mempertahankan iman, pemuda-pemuda gagah yang pandai pempertahankan akidah dan pemuda-pemuda idaman pintar membela keyakinan. Mereka lebih baik mati berkalang tanah dari pada mati bercermin bangkai.
Oleh sebab itu sebagai remaja dan pemuda selaku generasi penerus bangsa mari kita singsingkan tangan, langkahkan kaki ke depan bekerja, bekerja dan bekerja. Jika sikap ini yang diaplikasikan oleh para remaja dan pemuda kita maka Alloh akan menjamin keberkahan bagi bangsa kita tercinta ini. Sebagaimana Dr. Muhammad Sulaiman Al-Asqori dalam Zubdat at-Tafsir min Fathil Qadir menjelaskan إعملوا ماشئتم brkerjalah sesuai dengan skil masing-masing. Setidaknya ada lima olah yang harus kita kerjakan yakni olah rasa agar iman melekat, olah rasio agar ilmu meningkat, oleh raga agar badan sehat, oleh usaha agar ekonomi kuat, dan oleh kinerja agar produktifitas meningkat.
Hadirin jikalau lima potensi ini sudah melakat pada remaja dan pemuda sebagai generasi bangsa maka generasi penerus bangsa dapat melanjutkan estafet perjuangan yang meraih prestasi gemilang pada masa yang akan datang.
Hadirin rohimakumullah
Dari uraian tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa pemuda merupakan penerus estafet perjuangan bangsanya maka seyogyanya pemuda harus memiliki semangat juang yang tinggi serta tanggung jawab yang penuh terhadap kelangsungan Nusa, Bangsa dan Agama. Hal ini juga menjadi tanggung jawab kita bersama sapaya tidak meninggalkan generasi penerus yang lemah baik fisik, mental ataupun intelektual.
Hadirin yang berbahagia
Demikianlah semoga bermanfaat dan maslahat.
Hidup sendiri tanpa seorang kekasih, cukup sekian dan terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I
Editor : Asep NS







