Diplomasi Berbuah Hasil: Yunani Dukung Otonomi Sahara Maroko, Wilson Lalengke: Ini Model Damai yang Patut Diteladani

Oplus_131072

Lintangpena.com ATHENA — Selasa, 8 September 2026 — Gelombang dukungan internasional bagi rencana otonomi Sahara Maroko terus meluas. Yunani, sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2025–2026, secara resmi menyatakan inisiatif otonomi yang diajukan Kerajaan Maroko sebagai “solusi paling layak” untuk mengakhiri sengketa wilayah yang telah berlangsung puluhan tahun. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Yunani George Gerapetritis dalam pertemuan bilateral dengan Menlu Maroko Nasser Bourita di Athena, Senin (7/9/2026).

Posisi Yunani sejalan dengan kesepakatan bersama Uni Eropa dan mendukung sepenuhnya upaya Utusan Khusus PBB, sekaligus menyambut baik Resolusi DK PBB No. 2797. Ini memperkuat konsensus internasional di bawah kepemimpinan Raja Mohammed VI.

Bacaan Lainnya

Pergeseran Paradigma: Dari Pertentangan Menuju Kesejahteraan Rakyat

Pendekatan otonomi khusus di bawah kedaulatan Maroko dinilai menawarkan jalan tengah yang adil — menjaga integritas wilayah sekaligus menjamin hak-hak tata kelola lokal. Ini bukan sekadar tawaran politik, melainkan pergeseran dari pola pikir lama yang terjebak dikotomi kedaulatan mutlak, menuju solusi yang berlandaskan keadilan dan stabilitas sosial. Kedaulatan di sini bukan alat kekuasaan, melainkan jaminan perlindungan, pembangunan, dan pemenuhan hak rakyat di wilayah tersebut.

Wilson Lalengke/Persisma: Dialog dan Kedaulatan, Bukan Kekerasan

Menanggapi dukungan Yunani, Wilson Lalengke, Presiden Indonesia-Moroccan Sahara Brotherhood (Persisma), menyampaikan apresiasi tinggi. Ia menegaskan bahwa dukungan negara berpengaruh seperti Yunani sangat berarti bagi upaya Maroko memajukan wilayah Sahara yang kerap menjadi arena geopolitik.

“Konflik yang berkepanjangan hanya merugikan masyarakat lokal dan menghambat potensi ekonomi kawasan. Sikap Yunani mempertegas dunia semakin menyadari pentingnya kedamaian, kepastian hukum, dan stabilitas teritorial.” — Wilson Lalengke

Wilson menekankan bahwa solusi otonomi di bawah kedaulatan Maroko adalah model yang patut diteladani: mengakui keberagaman, menghormati aspirasi lokal, tanpa mengorbankan integritas negara.

“Keberhasilan diplomasi Maroko membuktikan: konflik tak harus diselesaikan dengan senjata. Dialog, pengakuan kedaulatan, dan komitmen pembangunan inklusif adalah jalan yang jauh lebih berkelanjutan. Model ini bisa menjadi inspirasi bagi negara-negara lain di Asia, Eropa, maupun Timur Tengah yang menghadapi persoalan serupa.”

Semakin kuatnya dukungan internasional, masa depan Sahara Maroko kini terbuka lebar menuju era baru: stabilitas, pertumbuhan ekonomi, dan persaudaraan antarbangsa.

(TIM/Red/PPWI)

Editor: Nurhidayah

#SaharaMaroko #OtonomiSahara #Yunani #Maroko #Persisma #WilsonLalengke #DiplomasiDamai #Kedaulatan #PBB #KeadilanInternasional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *