Lintangpena.com JAKARTA – Kekejaman kembali melanda Tanah Papua. Kelompok yang mengatasnamakan OPM membantai tiga warga sipil asli Papua—sepasang suami istri dan seorang wanita—di Yahukimo dengan tuduhan sepihak sebagai mata-mata. Aksi ini dinilai bukan lagi perjuangan, melainkan terorisme yang mencabik rasa kemanusiaan.
Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke mengecam keras perbuatan tersebut. Menurutnya, membantai saudara sebangsa dengan alasan buatan adalah bentuk kebiadaban setara kelompok teroris ISIS. Ia yang memiliki kerabat asli Papua menegaskan peristiwa ini jauh dari nilai luhur adat setempat.
Wilson mendesak pemerintah, TNI, dan Polri menghentikan sikap kompromi, mengusut tuntas, serta menjerat pelaku dengan pasal terorisme dan pembunuhan berencana. Nyawa manusia tidak boleh dijadikan alat politik; hukum harus ditegakkan seberat-beratnya demi menghentikan penderitaan rakyat Papua.
TIM/Red/PPWI
Michael Warpinggon
Editor: Nurhidayah







