Lintangpena.com Jakarta, 1 November 2024 – Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas dua insiden pengeroyokan terhadap jurnalis yang terjadi di Subang, Jawa Barat, pada tanggal 26 dan 31 Oktober 2024. Atas kejadian ini, FWJ Indonesia mendeklarasikan Subang sebagai “zona merah” bagi keselamatan jurnalis dan mendesak penegakan hukum yang tegas.
Kronologi Kejadian:
Insiden pertama terjadi pada 26 Oktober 2024, saat tim FWJ Indonesia Korwil Tangerang Kota sedang bertugas di Subang. Mereka terlibat konfrontasi dengan sopir truk yang diduga mengangkut gas ilegal. Setelah menghentikan truk tersebut, tim jurnalis diserang oleh lebih dari 20 orang yang datang secara tiba-tiba. Akibatnya, beberapa anggota tim mengalami luka serius, termasuk salah satu korban bernama Yusrizal yang mengalami luka di wajah, telinga, kepala, dan beberapa bagian tubuh lainnya. Laporan polisi telah dibuat di Polres Subang dengan nomor LP/B/574/X/2024/SPKT/POLRESSUBANG/POLDA JABAR.
Insiden kedua terjadi pada 31 Oktober 2024, ketika tujuh pengurus FWJ Indonesia mendatangi Subang untuk menindaklanjuti kasus pertama. Saat sedang makan dan minum kopi, mereka diserang oleh lebih dari 30 orang yang diduga preman berkedok organisasi masyarakat. Tiga pengurus FWJ Indonesia Korwil Jakarta Utara mengalami luka-luka akibat penyerangan tersebut. Laporan polisi atas insiden ini telah dibuat di Polda Jawa Barat dengan nomor LP/B/480/X/2024/SPKT/Polda Jawa Barat.
Solidaritas dan Tuntutan Keadilan:
Sebagai bentuk solidaritas dan tuntutan keadilan, sedikitnya 73 perwakilan FWJ Indonesia mendatangi Polda Jawa Barat pada 31 Oktober 2024 untuk melaporkan kedua kasus tersebut. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap para pelaku dan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya.
Ketua FWJ Indonesia DPD Jawa Barat, Toni Maulana, mengapresiasi langkah Polda Jawa Barat dalam menerbitkan laporan polisi dan melakukan visum terhadap para korban. Ia berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses hukum.
Abdul Ghoni, Kabid Analis DPP FWJ Indonesia, mengecam keras tindakan para pelaku yang dinilai sangat keji dan tidak manusiawi. Ia juga menyinggung dugaan keterlibatan oknum ormas Pemuda Pancasila Subang dalam insiden ini.
Teguh Priyanto dari Tim 9 DPP FWJ Indonesia mengungkapkan bahwa insiden kekerasan terhadap jurnalis di Subang bukan yang pertama kali terjadi. Ia menuding adanya keterlibatan oknum anggota TNI aktif yang melindungi bisnis gas ilegal di wilayah tersebut. FWJ Indonesia berencana untuk melaporkan kasus ini ke Mabes Polri dan Mabes TNI.
#SubangZonaMerah:
Tagar #SubangZonaMerah ramai di media sosial, mencerminkan keprihatinan publik atas maraknya kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis di Subang. FWJ Indonesia berharap kasus ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk melindungi kebebasan pers dan keselamatan jurnalis di Indonesia. FWJ Indonesia juga akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
Rilis Resmi FWJI
Al Jupri Munawa
Editor: Asep NS







