Lintangpena.com Surabaya, Jawa Timur – Modus penipuan yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kembali terjadi, kali ini menargetkan warga di Surabaya. Pelaku menghubungi korban melalui nomor telepon seluler dan mengarahkan mereka ke WhatsApp untuk melakukan panggilan video (VC).
Korban, yang enggan disebutkan namanya, menceritakan pengalamannya kepada awak media. Ia bermaksud menonaktifkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan mengikuti arahan yang diberikan melalui VC. Yang mengejutkan, video call tersebut menampilkan logo DJP namun pelaku tidak memperlihatkan wajahnya.
Jaringan penipu ini memiliki akses ke data pribadi korban yang sangat detail, termasuk NPWP, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Diduga, data tersebut diperoleh dari sistem Online Single Submission (OSS) saat korban mengurus NIB. Korban mengaku tidak pernah menyertakan NIB dalam laporan tahunan pajaknya, sehingga menimbulkan pertanyaan dari mana pelaku mendapatkan informasi tersebut.
Modus penipuan ini melibatkan transfer uang dengan dalih biaya materai sebesar Rp 10.000,- untuk melengkapi data penonaktifan NPWP. Setelah korban mengirimkan bukti transfer ke WhatsApp pelaku, mereka diminta mengunduh aplikasi DJP. Namun, alih-alih memproses penonaktifan, pelaku justru menguras isi rekening korban.
Kasus serupa juga terungkap melalui video viral di TikTok, di mana pelaku mengatasnamakan DJP. Korban merasa heran bagaimana pelaku bisa mendapatkan data pribadi yang seharusnya rahasia dan mempertanyakan dari mana pelaku meretas data tersebut.
Setelah kejadian, WhatsApp pelaku tetap aktif dan mereka bahkan berani mengancam korban dengan mengatakan “saya mengetahui alamat kamu”. Sikap pelaku yang tidak menunjukkan rasa takut dan cenderung mengejek serta mengancam membuat korban semakin resah.
DJP telah mengeluarkan peringatan mengenai modus penipuan yang mengatasnamakan instansi mereka. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan. Pihak berwenang diharapkan dapat segera menangkap jaringan penipu ini dan menghentikan aksi mereka yang meresahkan masyarakat.
Penting untuk diingat oleh Masyarakat
– DJP tidak pernah meminta transfer uang untuk biaya materai atau proses penonaktifan NPWP.
– DJP tidak pernah meminta data pribadi melalui WhatsApp atau panggilan video.
– Jika Anda menerima panggilan atau pesan yang mengatasnamakan DJP dan meminta data pribadi atau transfer uang, segera laporkan ke pihak berwenang.
Semoga pemberitaan atau informasi ini bermanfaat dan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap modus penipuan yang semakin canggih.
Red/trj
Editor: Asep NS
