Kebahagiaan Keluarga Muh Yusuf, Doa Restu Mengalir dari Keluarga Besar PT Pena Journalis Lintang Media & GMOCT

Lintangpena.com JEPARA – Rabu, 3 Juni 2026 menjadi hari yang penuh makna dan sukacita bagi Bapak Muh Yusuf, SE., SH., MH., C.Med., C.LSc., CT ALC, dan Ibu Suaidayah. Di kediaman mereka di Jl. Kauman 3, Dukuh Wadang Rejomulyo RT 01 RW 01, Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara (depan Makam Kedangkrangan), digelar syukuran khitanan putra ketiga mereka, Muhammad Yudha Yusuf Abdullah.

Momen sakral ini bukan hanya milik keluarga inti, tetapi juga dirasakan sebagai kebahagiaan bersama oleh seluruh jajaran PT Pena Journalis Lintang Media dan GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama). Pasalnya, Muh Yusuf adalah sosok kunci: Advokat, Mediator Pengadilan Agama Jepara, Direktur LKBH Jepara, Kuasa Hukum tiga media binaan PT Pena Journalis Lintang Media (Penajournalis.com, Lintangpena.com, Penajournalis.my.id), serta anggota Tim Divisi Hukum GMOCT yang senantiasa menjadi tameng hukum bagi insan pers.

Bacaan Lainnya

Meski tak bisa hadir langsung karena tuntutan tugas, ucapan selamat dan doa tulus dikirimkan langsung oleh pimpinan organisasi.

Ucapan Bahagia Meski Berhalangan Hadir

Asep Saefulloh (Asep NS), Direktur PT Pena Journalis Lintang Media sekaligus Pemred Penajournalis.com dan Sekretaris Umum DPP PUSAT GMOCT, menyampaikan rasa bahagianya sekaligus permohonan maaf.

“Selamat dan bahagia untuk Bapak Muh Yusuf, Ibu Suaidayah, dan keluarga besar atas khitanan adik Muhammad Yudha Yusuf Abdullah. Sungguh ingin rasanya kami hadir dan berbagi sukacita, namun ada tugas dan kepentingan pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan. Meski raga tak di sana, doa dan hati kami menyertai,” ujar Asep NS.

Ia berharap sang anak tumbuh menjadi pribadi luar biasa. “Semoga Yudha tumbuh sholeh, cerdas, berbakti, dan kelak meneladani ayahnya yang gigih membela kebenaran dan keadilan. Terima kasih atas pengabdian Bapak Muh Yusuf yang selalu setia menjaga jalur hukum kami. Semoga keluarga senantiasa diberkahi Allah SWT,” tambahnya.

Hal sama disampaikan oleh Nurhidayah NS, Pemred Lintangpena.com, yang juga berhalangan hadir karena tugas mendesak.

“Selamat atas momen indah ini. Bagi kami, Bapak Muh Yusuf bukan sekadar mitra hukum, melainkan saudara dan bagian dari keluarga besar kami. Maaf saya tak bisa hadir, tapi doa terbaik saya tujukan untuk kesehatan dan kebahagiaan adik Yudha,” kata Nurhidayah NS.

“Semoga ia tumbuh menjadi anak yang membanggakan, membawa manfaat bagi sekitar, dan menjadi penerus yang hebat. Terima kasih atas dedikasi dan ilmu Bapak Muh Yusuf yang selalu siap mendampingi kami,” lanjutnya.

Persaudaraan yang Tak Terpisahkan Jarak

Ketidakhadiran secara fisik tidak mengurangi eratnya ikatan persaudaraan. Kebahagiaan Muh Yusuf adalah cerminan kebersamaan yang telah terjalin kuat selama ini. Ucapan dan doa yang dikirimkan menjadi bukti nyata bahwa di keluarga besar ini, kebahagiaan satu adalah kebahagiaan semua.

Selamat menempuh jalan suci, Muhammad Yudha Yusuf Abdullah. Semoga menjadi anak yang sukses dunia akhirat, cerdas, dan selalu berbakti kepada orang tua serta agama.

Redaksi
Editor: Nurhidayah 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *