Denmark Tegaskan Dukungan untuk Otonomi Sahara Maroko, PERSISMA: Kemenangan Diplomasi Berbasis Keadilan

Lintangpena.com KOPENHAGEN — 6 September 2026 — Langkah diplomatik Denmark semakin memperkuat posisi internasional Maroko atas wilayah Sahara. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif otonomi Sahara Maroko sebagai dasar yang kredibel untuk mencapai solusi bersama, sejalan dengan pandangan Uni Eropa dan Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 2797. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan bilateral dengan Menlu Maroko Nasser Bourita di Kopenhagen, Sabtu (5/9). Rasmussen menilai proposisi otonomi tersebut sebagai langkah serius yang berkontribusi esensial bagi proses perdamaian di bawah naungan PBB, sekaligus mempertegas kedaulatan Maroko di bawah kepemimpinan Raja Mohammed VI.

PERSISMA: Ini Bukti Dialog Lebih Kuat dari Konflik

Bacaan Lainnya

Presiden Indonesia-Morocco Sahara Brotherhood (PERSISMA), Wilson Lalengke, menyambut hangat sikap Denmark. Menurutnya, dukungan ini membuktikan bahwa pendekatan dialogis berbasis saling menghormati adalah jalan terbaik menyelesaikan sengketa teritorial yang sensitif. Inisiatif Maroko disebut memberikan teladan: menjaga kedaulatan sekaligus menawarkan solusi inklusif bagi kesejahteraan masyarakat wilayah tersebut.

“Langkah Maroko dan Denmark menjadi pijakan perdamaian berkelanjutan, tidak hanya di Afrika Utara, tapi juga inspirasi bagi kawasan lain. Perdamaian sejati lahir dari kesediaan memahami dan menghormati perbedaan.” — Wilson Lalengke, Jakarta, 6 September 2026

Ia menegaskan, dunia membutuhkan lebih banyak contoh di mana kekuatan moral dan intelektual mengalahkan ambisi politik sempit.

Jalan Tengah yang Memuliakan Keadilan

Penyelesaian Sahara Maroko mencerminkan kebijaksanaan yang diajarkan Aristoteles dan Konfusius: keadilan sejati menempatkan semua pihak dalam posisi harmonis, dan perdamaian langgeng lahir ketika kepentingan bersama diutamakan di atas kepentingan pribadi. Tawaran otonomi luas Maroko tanpa mengorbankan integritas nasionalnya menjadi bukti nyata pendekatan tersebut.

Dukungan Denmark menandai babak baru bagi solusi permanen. Diplomasi, dialog konstruktif, dan penghormatan terhadap kedaulatan terbukti menjadi jalan yang lebih berkelanjutan daripada kekerasan.

“Perdamaian bukan hasil kekuatan militer, melainkan kekuatan moral. Dunia damai dibangun bangsa yang berani menempatkan keadilan di atas kepentingan sempit.” — Wilson Lalengke

(TIM/Red/PPWI)
Editor: Nurhidayah

#SaharaMaroko #OtonomiSahara #KedaulatanMaroko #PERSISMA #DiplomasiPerdamaian #KeadilanGlobal #Denmark #PBB

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *