Lintangpena.com Tangerang, 22 Mei 2025 – Dugaan praktik percaloan tenaga kerja kembali mencuat di kawasan industri PT Kahatex (dahulu PT. Indoyong Tex), Jalan Raya Serang KM.21.5, Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Kali ini, sorotan tertuju pada PT. Xinhong Indonesia (Xinhong 2), produsen komponen sepatu, di mana seorang oknum manajer berinisial NN diduga menjadi dalang praktik tersebut.
Arjuna, seorang aktivis muda Kabupaten Tangerang, mengecam keras praktik ini. Menurutnya, praktik percaloan tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mencederai rasa keadilan. “Tidak manusiawi rasanya ketika pencari kerja yang ingin membantu perekonomian keluarga justru dimintai sejumlah uang untuk menjadi karyawan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (22/5/2025).
Seorang narasumber yang meminta namanya dirahasiakan, melalui pesan WhatsApp, mengungkapkan banyak korban praktik percaloan yang dilakukan NN. Modus yang digunakan adalah calon karyawan diminta melamar sendiri, namun harus menyuap NN. Besaran suap yang diminta bervariasi, yaitu Rp2,5 juta untuk perempuan dan Rp3 juta untuk laki-laki. Narasumber juga menyebutkan beberapa nama karyawan PT. Xinhong 2 yang diduga menjadi korban, namun mereka enggan bersaksi karena takut akan intimidasi dari NN.
Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, NN awalnya mengaku sudah tidak bekerja di PT. Xinhong 2. Namun, beberapa menit kemudian, ia membantah pernyataan tersebut dan menantang wartawan untuk datang ke pabrik. “Datang saja ke pabrik, saya tunggu. Anda siapa? Mohon maaf, saya lagi kejar target,” tulis NN.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak terkait, termasuk PT. Xinhong Indonesia, belum memberikan konfirmasi resmi terkait dugaan percaloan ini. Kasus ini menjadi perhatian mengingat maraknya praktik serupa yang merugikan pencari kerja dan mencederai prinsip keadilan dalam proses rekrutmen.
Red(Jinjun/Junaidi)
Editor: Nurhidayah







