Misteri di Balik Proyek Drainase Tersier: Ada Apa dengan Pengawas BBWS Citarum?

Lintangpena.com Kampung Kali Malang, Bekasi – Proyek drainase tersier di Kampung Li Malang, Desa Wibawamulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan setelah memicu perselisihan lahan antara warga dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Proyek yang seharusnya membawa manfaat ini justru menimbulkan pertanyaan besar terkait transparansi dan pelaksanaan di lapangan.

Perselisihan Lahan dan Pernyataan Pengawas

Bacaan Lainnya

Seperti yang diberitakan sebelumnya, perselisihan lahan proyek BBWS Citarum di Bekasi mencapai titik terang dengan pemicu kesalahan penentuan lokasi. Tera, seorang pengawas teknis pekerjaan drainase tersier dari BBWS Citarum, menjadi pusat perhatian. Saat dikonfirmasi, Tera menyatakan akan menyampaikan masalah lokasi sengketa kepada pelaksana di lapangan.

“Untuk lokasi yang menjadi sengketa, yang saat ini sedang dikerjakan, dimensinya sudah sesuai. Papan proyek juga sudah ada,” ujarnya.

Kejanggalan Pengawasan

Namun, ketika ditanya mengenai lebar dan kedalaman galian untuk pemasangan batu drainase saluran tersier yang seharusnya sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), Tera memilih untuk tidak memberikan jawaban. Sikap ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai pengawasan teknik yang dilakukan oleh BBWS Citarum.

Tuntutan Transparansi dari Warga

Ketidakjelasan ini memicu spekulasi di kalangan warga. Mereka mempertanyakan apakah ada yang disembunyikan atau ketidaksesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Warga menuntut transparansi dan kejelasan dari pihak BBWS Citarum, karena mereka tidak ingin proyek yang seharusnya membawa manfaat justru menjadi sumber masalah dan ketidakpercayaan.

Jawaban yang Tidak Memuaskan

Ketika ditanya lebih lanjut, Tera hanya menjawab singkat, “Semua sudah sesuai prosedur. Kami bekerja sesuai dengan arahan dan RAB yang ada,” tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai pertanyaan spesifik tentang lebar dan kedalaman galian.

Jawaban ini tentu saja tidak memuaskan banyak pihak. Misteri di balik proyek drainase tersier ini masih belum terpecahkan, dan warga Kampung Li Malang terus menanti jawaban yang lebih transparan dan bertanggung jawab.

Masyarakat berharap BBWS Citarum dapat segera memberikan klarifikasi terkait masalah ini, sehingga proyek drainase tersier dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang diharapkan tanpa menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

Sumber: Sabaraya
(red)Ajm

Editor: Nurhidayah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *