Mimbar Dakwah Bersama Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I : Fase Kehidupan Yang Akan Dilewati Manusia

 

 

Bacaan Lainnya

Lintangpena.com, Garut – Mimbar Dakwah bersama Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I., Da’i Kamtibmas Polsek/Koramil Leuwigoong, Ketua MUI Desa Margacinta, Pimpinan Majelis Ta’lim Sunan Mataram Kp Cikukuk, Dewan Penasehat Rohani Penajournalis dan Lintangpena ( Minggu 09 April 2023)

 

Fase Kehidupan Yang Akan Dilewati Manusia
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدىْ وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْكَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى خَاتَمِ اْلاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سيِّدَنا مُحَمَّدٍ وَّعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Hadirin rohimakumulloh
Puji syukur marilah kita sampaikan kehadirat Alloh Swt. yang telah memberi kita berbagai kenikmatan, karunia dan ampunannya. Rohmat salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, sohabatnya dan segenap umatnya yang taat.

Hadirin rohimakumulloh
Fase kehidupan yang akan dilalui manusia, sebagai berikut : Pertama, Alam Arwah. Allah Swt. menciptakan manusia makhluk yang sempurna untuk menjadi pemimpin di muka bumi dan memakmurkannya.
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (QS. Al A’raf : 172).
Dengan kesaksian ini manusia lahir ke dunia sudah memiliki nilai fitrah beriman kepada Allah dan agama yang lurus. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS.Ar-Ruum : 30)

Kedua, Alam Rahim. Kehidupan di alam rahim 40 hari berupa nutfah, 40 hari berupa ‘alaqah (gumpalan darah), dan 40 hari berupa mudghah (gumpalan daging), kemudian ditiupkan ruh dan jadilah janin yang sempurna. Setelah kurang lebih sembilan bulan, maka lahirlah manusia ke dunia.
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan”
(QS.Al-Hajj : 5)
Rasulullah SAW. bersabda: “Sesungguhnya seseorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya 40 hari nutfah, kemudian ‘alaqoh selama hari yang sama, kemudian mudghoh selama hari yang sama. Kemudian diutus baginya malaikat untuk meniupkan ruh dan ditetapkan 4 kalimat; ketetapan rizki, ajal, amal dan sengsara atau bahagia.” (HR Bukhari dan Muslim)
Setelah mencapai 6 sampai 9 bulan atau lebih, persyaratan untuk hidup sudah lengkap, seperti indra, akal, dan hati, maka lahirlah manusia ke dunia.
Rasulullah SAW. bersabda: “Setiap anak dilahirkan secara fitrah. Maka kedua orang tuannya yang menjadikan Yahudi atau Nashrani atau Majusi.” (HR Bukhari)

Ketiga, Alam Dunia.
Di dunia manusia mendapat tugas ibadah dari Allah Swt.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (QS.Az-Zariyat : 56)
Dalam menjalani tugasnya di dunia, manusia dibatasi oleh dimensi tempat yaitu bumi sebagai tempat beribadah; dimensi waktu yaitu umur sebagai sebuah kesempatan atau target waktu beribadah; dimensi potensi diri sebagai modal dalam beribadah; dan dimensi pedoman hidup yaitu ajaran Islam yang menjadi landasan amal. Bagi orang beriman, kematian merupakan fase kehidupan yang panjang, batas akhir dari kehidupan dunia. Di surga penuh dengan kenikmatan yang belum pernah dilihat, didengar dan belum terlintas oleh pikiran manusia.

Hadirin rohimakumulloh
Keempat, Alam Barzakh. Manusia akan memasuki alam kubur atau alam barzakh, tinggal sendiri yang akan menemani amalnya sendiri. Manusia akan mengetahui nasibnya ketika berada di alam barzakh, termasuk ahli surga atau ahli neraka.

لَعَلِّيْٓ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ كَلَّاۗ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَاۤىِٕلُهَاۗ وَمِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ بَرْزَخٌ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ

Agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan. (QS.Al-Mu’minun : 100)

Kelima, Alam Akhirat. Kehidupan hari akhir didahului dengan Kiamat, berupa kerusakan seluruh alam semesta. Peristiwa setelah kiamat itu mahsyar, yaitu seluruh manusia dari mulai Nabi Adam As. sampai manusia terakhir dikumpulkan dalam satu tempat. Dalam kondisi yang berat ini manusia mendatangi para nabi untuk meminta pertolongan dari kesulitanya.
Peristiwa berikutnya hisab (perhitungan amal) dan mizan (timbangan amal) bagi manusia. Rasulullah SAW. bersabda: “Tidak akan melangkah kaki anak Adam di hari kiamat sehingga ditanya 5 hal di sisi Allah: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang hartanya dari mana mencarinya, dan ke mana menginfakkannya, dan apa yang diamalkan dari ilmunya.”
(HR.At-Tirmidzi).
Kemudian melalui shirath, yaitu sebuah jembatan yang sangat tipis dan mengerikan karena di bawahnya neraka jahanam. Semua manusia akan melewati jembatan ini dari awal sampai akhir. Shirath ini lebih tipis dari rambut, dan lebih tajam dari pedang. Kemampuan manusia melewati jembatan itu sesuai dengan amalnya di dunia. Ada yang lewat dengan cepat seperti kecepatan kilat, seperti kecepatan angin, seperti kecepatan burung, banyak juga yang berjalan merangkak, mayoritas manusia jatuh ke neraka jahanam.
Orang-orang yang beriman, akan minum telaga Al-Kautsar. Rasulullah SAW. bersabda: “Telagaku seluas perjalanan sebulan, airnya lebih putih dari susu, aromanya lebih wangi dari misik dan gayungnya sebanyak bintang di langit. Siapa yang meminumnya, maka tidak akan pernah haus selamanya.” (HR. Muttafaqun ‘alaihi)

Kelima, Surga dan Neraka. Surga tempat orang-orang bertakwa dan neraka tempat orang-orang kafir. Surga sudah rindu pada penghuninya untuk siap menyambut dengan sebaik-baiknya. Neraka sudah rindu dengan penghuninya dan siap menyambut dengan hidangan neraka. Allah Swt. akan memasukan hambanya ke dalam surga dengan rahmat-Nya. Rosululloh SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah Swt memiliki 100 rahmat. Diturunkan (ke dunia) satu rahmat untuk jin, manusia dan binatang. Dengan itu mereka saling simpati dan kasih sayang. Dengan satu rahmat itu pula binatang buas menyayangi anaknya. Dan Allah Swt. menyimpan 99 rahmat bagi hambanya di hari kiamat.” (HR.Muttafaqun alaihi) .
Demikianlah semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I 

Reporter : Iwan Setiawan

Editor : Asep NS 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *