Mantan Napi di Bandung Siap Bantu Berantas Premanisme

Lintangpena.com BANDUNG – Aksi premanisme yang meresahkan warga Bandung mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk komunitas mantan narapidana. Asep Djuheri (Heri Cowet), Ketua Umum Yayasan Anugerah Insan Residivist dan pendiri komunitas Ex-Residivist, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam memberantas premanisme di Kota Bandung. Pernyataan ini disampaikannya pada Senin (19/5).

Heri Cowet mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membentuk satgas anti-premanisme. Ia melihat aksi premanisme seperti pungutan liar, pemerasan, dan intimidasi, sangat mengganggu iklim investasi dan perekonomian di Jawa Barat. Komunitas Ex-Residivist, menurutnya, memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.

Bacaan Lainnya

“Kami siap mendukung penuh program pemerintah. Pengalaman kami di masa lalu dapat menjadi modal untuk mencegah terjadinya aksi premanisme,” ungkap Heri Cowet. Komunitasnya berkomitmen untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Lebih lanjut, Heri Cowet mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk turut serta menciptakan kondisi yang aman dan nyaman. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan aparat penegak hukum dalam memberantas premanisme. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan Kota Bandung dapat terbebas dari ancaman premanisme dan menjadi kota yang aman bagi semua.

“Pemberantasan premanisme bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegas Heri Cowet. Komunitas Ex-Residivist siap menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan Bandung yang aman, damai, dan sejahtera.

Levi 

Editor: Nurhidayah 

Pos terkait