Lintangpena.com Kabupaten Bekasi, 27 Januari 2025 – Pertumbuhan pembangunan yang pesat di Kabupaten Bekasi telah membawa dampak nyata pada kelancaran lalu lintas di jalan utama KH.Ma’mum Nawawi. Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Cikarang Selatan dan Serang Baru kini sering terjebak kemacetan di tiga titik strategis, dengan hanya satu titik yang mendapatkan penanganan dari pihak berwenang.
Pembangunan pemukiman dan kawasan industri multinasional yang bertubi-tubi berdiri telah menarik banyak penduduk dari seluruh Indonesia untuk menetap di sini. Namun, fasilitas publik khususnya infrastruktur jalan raya belum mampu menyusul laju perkembangan tersebut, sehingga kemacetan menjadi masalah yang tak terhindarkan mulai dari jam 05.00 pagi hingga malam hari.
Tiga titik yang menjadi “sumbu” kemacetan adalah persimpangan kawasan Hyundai-Cipest, pasar Serang Prapatan Bahkilong (Kecamatan Cikarang Selatan), dan persimpangan Megaregensi arah Kampung Ceper (Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru).
Di titik Prapatan Bahkilong yang menjadi akses menuju kawasan Delta 8 Lipo Cikarang, Kapolsek Serang Baru telah mengambil langkah proaktif dengan menurunkan petugas untuk mengatur aliran kendaraan. Upaya ini berhasil membuat lalu lintas di lokasi tersebut berjalan dengan lebih lancar dibandingkan titik lainnya.
Sayangnya, dua titik kemacetan lainnya masih belum mendapatkan perhatian yang sama. Di persimpangan Megaregensi dan arah Kampung Ceper, tidak ada petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) yang mengawasi, ditambah dengan banyaknya pengguna jalan yang tidak mematuhi aturan lalu lintas membuat kondisi semakin memburuk.
Seorang pengguna jalan yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku merasa terbebani dengan kondisi ini. “Saya harus bolak-balik antara Cibarusah dan kawasan Ejip untuk bekerja, dan terkadang butuh waktu lebih dari satu jam. Saya berharap pemerintah segera menempatkan petugas pengatur lalu lintas di kedua titik tersebut dan merealisasikan rencana pelebaran jalan. Banyak sekali BBM yang terbuang sia-sia akibat kemacetan yang terus berlangsung,” jelasnya.
Reporter: Al Jupri Munawa
Editor: Nurhidayah







