Kepulan Asap di Pagi Hari: Kebakaran Laundry di Cipayung, Warga Berjibaku Padamkan Api

Lintangpena.com Jakarta, – Ketenangan pagi di Jalan Dalang RT 012 RW 05 No. 59c, Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, terusik oleh kepulan asap tebal yang membumbung tinggi dari sebuah usaha laundry. Sekitar pukul 07.30 WIB, Senin (21/10/2024), api berkobar hebat, menghanguskan bangunan laundry milik Mubarok dan istrinya.

Warga sekitar yang melihat kepulan asap langsung berhamburan keluar rumah. Mereka bergotong royong untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya, sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Ketua RT 012, Hari Triyono, menjelaskan bahwa warga langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran setelah melihat api berkobar.

Bacaan Lainnya

“Warga langsung menghubungi saya untuk meminta bantuan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Saat ini, tempat kejadian perkara sudah di police line oleh petugas kepolisian dari Polsek Munjul Cipayung,” ungkap Ketua RT 012, Hari Triyono, saat dikonfirmasi awak media.

Dalam peristiwa ini, Mubarok mengalami luka bakar di kedua tangannya saat berusaha memadamkan api. Ia mengaku tidak menyadari bahwa usahanya sudah terbakar hingga mendengar teriakan warga yang meminta tolong. Dalam keadaan panik, ia langsung mengambil ember dan air untuk memadamkan api tanpa menyadari bahwa api sudah mengenai tangannya.

“Saya panik, saya tidak tahu kalau laundry sudah terbakar. Saya langsung ambil ember dan air untuk padamkan api, sampai-sampai tidak sadar kalau tangan saya sudah kena api,” ungkap Mubarok.

Berkat bantuan warga, api akhirnya berhasil dipadamkan, meskipun memakan waktu yang cukup lama karena hanya menggunakan alat seadanya. Kejadian ini membuat warga RT 012 mengajukan permohonan agar setiap kelurahan di wilayah Cipayung memiliki mobil damkar dan petugas pemadam kebakaran yang siap siaga. Mereka menilai bahwa jarak posko pemadam kebakaran saat ini terlalu jauh dan menyulitkan dalam penanganan kejadian serupa.

“Semoga kejadian ini bisa menjadi pembelajaran, dan diambil hikmahnya supaya tidak terulang kembali,” ujar Mubarok.

Rudolf 

Editor: Asep NS 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *