Dugaan Kejanggalan Proyek Paping Blok di Setiamanah, Cimahi: Mobil Dinas dan Papan Proyek Hilang?

Lintangpena.com Cimahi, 17 Oktober 2024 – Proyek pemasangan paping blok di wilayah RW.14 dan RW.09 Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, yang dimulai pada 11 Oktober 2024, menuai pertanyaan. Sejumlah warga melaporkan adanya dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan proyek tersebut, terutama terkait penggunaan mobil dinas dan hilangnya papan informasi proyek.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, menyatakan bahwa dirinya melihat mobil dinas berplat merah tengah mengangkut material proyek di wilayah RW.14. “Mobil plat merah itu terparkir di tempat penyimpanan material proyek di samping Rumah Sakit Yudistira,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dugaan penggunaan mobil dinas ini diperkuat oleh keterangan warga lainnya yang juga melihat mobil tersebut di lokasi proyek. “Saat pengerjaan proyek, terlihat mobil dinas berplat merah sedang melangsir material. Ada kemungkinan pengerjaan proyek ini dilakukan oleh orang dinas sendiri,” terang warga tersebut.

Selain itu, awak media juga tidak menemukan papan informasi proyek baik di RW.14 maupun RW.09. Saat ingin bertemu dengan pelaksana lapangan, awak media hanya dihubungkan dengan pelaksana lapangan berinisial B melalui telepon. B mengaku sedang berada di luar proyek dan menyarankan awak media untuk melakukan konfirmasi langsung ke kantor dinas DPKP Kota Cimahi.

Menanggapi hal tersebut, PPK pekerjaan, Suryanto, membantah semua informasi yang disampaikan warga. “Tidak mungkin kita memakai mobil dinas dan pengelolanya pun tidak oleh orang dinas karena itu tidak boleh. Papan proyek ada, cuman sudah diturunkan karena pengerjaan di RW.14 sudah selesai dan belum kita pasang kembali,” tegasnya.

Namun, pada Rabu, 16 Oktober 2024, Kabid Sarana Prasarana DPKP Kota Cimahi, Amy Pringgo Mardhani, juga memberikan sanggahan atas laporan masyarakat terkait dugaan penggunaan mobil dinas. “Saya memang tidak bisa memantau langsung, tapi di sini kan ada PPTK dan kita tidak pernah memberikan fasilitas termasuk mobil pada pihak ketiga untuk pekerjaan itu,” jelasnya.

Amy meminta bukti atas laporan tersebut. “Tinggal buktinya saja kalau memang ada kesalahan atau ada oknum akan kita ambil tindakan,” tegasnya.

Terkait papan pengumuman yang tidak ada di lokasi, Amy menyatakan bahwa papan tersebut ada karena dia mendapatkan fotonya di lokasi. Dia juga menyatakan bahwa selama ini tidak ditemukan permasalahan yang berarti dalam proyek tersebut.

“Apa yang bapak sampaikan kita akan tampung, kalau ada buktinya akan kita tindak lanjuti, kalau tidak ada bukti mendasar tidak mungkin saya bisa bertindak, dan bila ada unsur pidana yang bisa dibuktikan akan kita proses sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.

Dugaan kejanggalan ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan akuntabilitas proyek tersebut. Masyarakat berharap agar pihak terkait dapat menyelidiki lebih lanjut dugaan penggunaan mobil dinas dan hilangnya papan informasi proyek.

Agus Nugroho/Levi

Editor: Asep NS 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *