Lintangpena.com, Pacet, Kabupaten Bandung,- Kerusakan lingkungan dan ekosistem di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum telah menjadi keprihatinan secara nasional maupun menjadi perhatian dunia internasional. Hal ini ditandai dengan meningkatnya bencana alam yang dirasakan, seperti bencana banjir, tanah longsor dan kekeringan yang semakin meningkat dan meluas di daerah DAS Citarum.

Rendahnya daya dukung DAS sebagai daerah ekosistem di duga merupakan salah satu penyebab utama terjadinya bencana alam yang terkait dengan air yang tercemar. Kerusakan DAS dipercepat oleh peningkatan pemanfaatan secara negatif sumberdaya alam sebagai akibat dari pertambahan penduduk dan perkembangan ekonomi.
Sungai Citarum merupakan sungai besar yang mendapatkan predikat menjadi sungai terkotor, penuh sampah, bantarannya tidak terawat, terjadi pendangkalan dan pada musim hujan terjadi banjir di beberapa wilayah yang dilaluinya membawa dampak rusaknya ekosistem DAS Citarum.
Atas perintah dan arahan Dansektor-2 Citarum Harum, Subsektor-6 dibawah pimpinan Pelda Yayat Suharyat hari ini, Senin (18/03/2024) bersama warga masyarakat melaksanakan kegiatan aksi nyata yang dapat mencegah memburuknya kondisi lingkungan akibat rusaknya ekosistem DAS Citarum salah satunya adalah dengan menanam kembali atau penghijauan di bantaran, dengan melakukan reboisasi di bantaran Sungai Citarum dengan menanam Pohon keras dan pohon buah-buahan, selain dapat mencegah erosi pada bantaran DAS Citarum, dapat juga sebagai pengontrol iklim panas karena lebatnya daun dapat mengurangi efek langsung sinar matahari dapat juga memperbaiki kualitas air tanah yang terserap di dalam sumur berdampak pada kesehatan bila airnya dikonsumsi masyarakat,
Dalam kesempatan ini juga Dansub-6 Pelda Yayat Suharyat mengatakan bantaran Sungai Citarum yang tadinya oleh warga dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah, dengan adanya program penanaman ini lingkungan menjadi bersih bebas dari sampah dan tentunya dapat menyediakan udara bersih untuk lingkungan, mereduksi terjadinya banjir akibat luapan sungai, dan menangkal terjadinya erosi tanah di sekitar sempadan dengan jalinan akar pohon yang ditanam.
Dansub-6 Pelda Yayat Suharyat mengatakan, gerakan penanaman pohon keras maupun pohon produktif itu sebagai tindakan lanjut dari gerakan penanaman sebelumnya, penanaman pohon ini merupakan salah satu dari renaksi Sektor-2 Citarum Harum yang bertujuan memberikan kesadaran bagi masyarakat sekitar mengenai pentingnya pemulihan kerusakan lahan, selain itu juga untuk selalu mengingkatkan kepada warga masyarkat mengenai begitu pentingnya menjaga lingkungan sekitaran bantaran di tengah perubahan iklim yang terjadi. Tutupnya.
(Purwadhi JSI)
Sektor 2 Citarum Harum, Kerja Keras, Kerja Ikhlas, Kerja Cerdas Tetap Semangat.







