Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I., : Keutamaan Sholat Lima Waktu Dapat Menghapus Dosa-dosa

 

Bacaan Lainnya

 

Penajournalis.com, Garut – Mimbar dakwah bersama Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I., da’i Kamtibmas Rohbintal Polsek Koramil Leuwigoong Polres Kodim Garut, Ketua MUI desa Margacinta, Pimpinan Majelis Taklim Sunan Mataram Kp Cikukuk, Dewan Penasehat Rohani Penajournalis dan Lintangpena (Kamis 11 Agustus 2022)

Keutamaan Sholat Lima Waktu Dapat Menghapus Dosa-dosa

Shalat merupakan ibadah yg paling utama dalam islam. Ibadah ini termasuk dalam kategori ibadah badaniyah karena ia melibatkan badan atau fisik manusia dalam pengerjaannya. Hal ini bisa kita pahami dari hadits Nabi Riwayat Ibnu Hibban (883 – 965 M), no. 258):

جاء رجل يسأل النبي – صلى الله عليه وسلم – عن أفضل الأعمال فقال له: “الصلاة” قال: ثم مه؟ قال: “ثم الصلاة” قال: ثم مه؟ قال: “الصلاة”

“Seseorang datang pada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya tentang amalan yg paling utama. Nabi berkata, ‘Shalat’. Kemudian ditanyakan, ‘Lantas apa?’ Nabi menjawab, ‘Shalat’. Kemudian ditanyakan, “Lantas apa?” Nabi menjawab, ‘Shalat’.”

Sedemikian pentingnya shalat sebagai amalan yg paling utama, sampai2 Nabi menjawabnya sebanyak tiga kali.

Dalam kitab Az-zawajir karya Ahmad bin Hajar al-Haitami (1503 – 1566 M), disebutkan bahwa ”Siapa yg menjaga shalat lima waktu maka Allah akan memuliakannya dgn lima kemuliaan, yaitu dihindarkan kesempitan hidup, dijauhkan dari siksa kubur, diberi kitab amalnya dgn tangan kanannya, berjalan di atas shiratal mustaqim bagaikan kilat, dan masuk surga tanpa hisab.”

Terkait dgn hal ini, Rasulullah saw. pernah menyampaikan perumpamaan shalat lima waktu bagi umat Islam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟ قَالُوا: لاَ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ. قَالَ: فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الخَطَايَا. رواه البخاري ومسلم والترمذي والنسائي.

Dari Abu Hurairah (603 – 681 M) r.a., bahwasannya Baginda Rasulullah saw. pernah bersabda kepada para sahabat), “ Bagaimanakah pendapat kalian semua, seandainya ada sebuah sungai di pintu salah satu dari kalian, lalu ia mandi dari (air)nya setiap hari lima kali, apakah masih ada kotorannya?” Para sahabat menjawab, “Tidak tersisa sesuatu kotoran pun Ya Rasulullah ” Lalu Baginda bersabda, “Maka demikian itu seperti halnya shalat lima waktu, Allah akan menghapus kesalahan dan dosa dosa dgnnya.”

(HR. Al-Bukhari 820 – 870 M, Imam Muslim 817 – 875 M, Imam At-Tirmidzi 824 – 892 M, dan Imam An-Nasa’i, 829 – 915 M).

Hadits di atas juga didukung dgn hadits lain riwayat Muslim (No. 231):

عن عثمان – رضي الله عنه – قال: قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – “من أتم الوضوء كما أمره الله تعالى فالصلوات المكتوبات كفارات لما بينهن

Dari Saidina Utsman RA, berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yg menyempurnakan wudhunya sbgmana perintah Allah, maka shalat2 fardlu yang ia kerjakan menjadi penghapus dosa2nya yg terdahulu.”

  1. Imam Ibnul Arabi (1165 – 1240 M) mengatakan bahwa perumpamaannya (yg tergambar dlm hadis tsb) adalah bahwasannya ada seseorang yg badan dan bajunya banyak kotoran2 yg menempel, lalu ia membersihkannya dgn air yg banyak. Begitu juga dgn shalat2 yg dapat membersihkan seorang hamba dari kotoran2 dosa.Secara dhahirnya, kesalahan2 yg dimaksud hadis tsb adalah meliputi dosa yg kecil maupun yg besar secara umum.
    1. Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani (1372 – 1449 M) rahimahullah dalam kitab Fathul Bari-nya mengutip pendapat Imam Ibnu Battal yg mengatakan bahwa yg dimaksud adalah dosa2 yg kecil saja. Argumennya adalah di dalam hadis tsb, Rasulullah saw. menggunakan perumpamaan dgn kata darn/kotoran. Sedangkan darn/kotoran tersebut adalah pasti dinisbatkan pada kotoran yg kecil/sedikit dibanding dgn kotoran2 yg lebih besar lainnya. Oleh karena itu, maksud “darn” di dalam hadis tsb adalah biji (kecil). Atau yg dimaksud adalah waskh (kotoran) yg bisa dibersihkan dgn mandi dan berbersih.

    Wallahu a’lam.

    Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I.

    Editor : Asep NS 

Pos terkait