Proyek Revitalisasi SMPN 2 Cilimus Disorot, Diduga Pakai Baja Ringan Tak Sesuai Spesifikasi

Lintangpena.com KUNINGAN – Pelaksanaan proyek revitalisasi SMP Negeri 2 Cilimus, Kabupaten Kuningan, kini menjadi sorotan. Temuan di lapangan menunjukkan dugaan penggunaan rangka baja ringan yang tidak memenuhi spesifikasi teknis sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan, padahal pembangunan ini menggunakan anggaran negara.

Berdasarkan pantauan tim awak media, material yang terpasang diduga tidak memiliki tanda Standar Nasional Indonesia (SNI). Jika hal ini terbukti menyimpang dari ketentuan kontrak, dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas konstruksi serta membahayakan keamanan bangunan yang digunakan oleh siswa dan tenaga pendidik.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini turut dibenarkan oleh Nanda (Petugas Lapangan Kementerian) bersama Aya (Konsultan Pengawas) saat ditemui di lokasi, Rabu (22/7/2026). Keduanya menegaskan ketidaksesuaian material dengan rencana teknis dan meminta agar segera dilakukan evaluasi menyeluruh.

“Penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi adalah penyimpangan pelaksanaan pekerjaan. Harus segera ditindaklanjuti sesuai aturan agar tidak merugikan kualitas hasil akhir,” ujar keduanya.

Nanda menambahkan akan melaporkan temuan ini secara resmi kepada pimpinan di Direktorat terkait untuk pemeriksaan lebih lanjut. Langkah ini penting guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai kontrak serta menjamin akuntabilitas penggunaan dana publik.

Di sisi lain, Sekretaris Panitia Pembangunan Sekolah (P2SP) mengaku belum mengetahui adanya masalah teknis tersebut, sehingga diperlukan klarifikasi resmi dari pihak pelaksana pekerjaan maupun penyedia material.

Media akan terus mengawal perkembangan kasus ini sebagai wujud kontrol sosial. Jika terbukti ada pelanggaran, aparat berwenang diharapkan bertindak tegas demi menjamin keselamatan warga sekolah dan menjaga kepercayaan publik terhadap pembangunan pendidikan.

Redaksi Kabarsbi
Editor: Nurhidayah

Pos terkait