Lintangpena.com, Bandung – Dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat, dalam mewujudkan impian setiap orang yang ingin menikah tapi memiliki keterbatasan dalam ekonomi (biaya) nikah yang mungkin menurut beberapa bagian orang merasa tidak mampu, Dextone perusahaan besar dibidang lem memberikan solusi nikah gratis dengan menggelar acara nikah massal.
Tertanggal 20 Maret 2023 bertempat di Masjid Al Ukhuwwah.
Hadir dalam acara tersebut Umar Kepala KUA Astanaanyar, Saud Effendi Ketua DKM dan Irwansyah Ketua Koperasi Masjid Al Ukhuwwah Bandung.
Dihari berbahagia tersebut dinikahkan 5(lima) pasangan yang berbahagia dari berbagai wilayah Bandung dan sekitarnya.
Acara juga dimeriahkan oleh INA Cookies, Dapoer Alesha, Hanan Catering, dan Dunkin Donut.
Melalui panitia Dextone Nikah Massal, Indra Ksatria selaku Owner Dextone menyampaikan, ” Kegiatan Rutin ini kami lakukan sebagai bentuk dedikasi dari PT PMP Indonesia selaku pemegang pemasaran tunggal penjualan atas semua produk Dextone untuk masyarakat Indonesia pada umumnya “.
” Kami terus lakukan secara continue guna membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu yang ingin membina rumah tangga yang halal dengan cara menikah resmi, secara kebetulan di bulan Maret tahun ini bertepatan dengan Ramadhan yang Suci “.
Sementara itu Saud Effendi mengatakan ” Bentuk kepedulian yang luar biasa kepada masyarakat dan kecintaan yang besar kepada Masjid Agung Al Ukhuwah untuk memuliakan semua Jamaah Mesjid “.
Para pasangan pengantin nikah mengucapkan banyak terimakasih atas kepedulian Dextone sehingga mereka bisa menjadi keluarga yang halal, Sakinah Mawadah dan Warohmah.
Sementara itu mewakili Rd Aliman Hakim Setia Kusumah SE, Citra selaku Sekertaris SDR (Sadudulur) yang selalu mendukung kegiatan Dextone dalam berbagai hal mengatakan ” Kami dari SDR sangat mendukung kegiatan ini dan kami selalu siap membantu mencarikan para calon pengantin yang ingin menikah gratis (massal) “.
” Kriteria calon pengantin massal diantara adalah mereka-mereka dari kaum yang memang memiliki taraf ekonomi rendah, seperti para pekerja serabutan, atau yang tidak bekerja, akan tetapi memiliki keinginan untuk menikah “, Pungkasnya.
Team liputan
Editor : Asep NS







