Lintangpena.com KAB. SEMARANG – Warga Bandungan menyambut sukacita kedatangan IPTU Subedi yang kini resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) setempat. Bagi masyarakat setempat, penunjukan ini bukan sekadar pergantian pimpinan, melainkan kembalinya sosok lama yang sudah dikenal dekat, berdedikasi, dan memiliki rekam jejak panjang dalam mengabdi. Moto kerja yang dibawanya: “Melayani Dengan Hati, Bekerja Dengan Aksi”, merupakan penjabaran nyata dari arahan Kapolres Semarang yakni “Kami Polisi Baik”, yang ingin dihadirkan secara langsung hingga ke lingkungan masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, harapan besar tertumpu agar Polsek Bandungan bertransformasi menjadi kantor pelayanan yang terbuka, ramah, dan meneduhkan. Warga berharap tempat ini menjadi ruang aman tempat mereka berbagi cerita, menyampaikan keluh kesah, maupun mencari solusi atas segala persoalan hukum dan sosial yang dihadapi, tanpa rasa ragu atau takut.
IPTU Subedi sendiri menegaskan keterbukaannya untuk bersinergi dengan semua pihak. “Kami ada di sini untuk mengayomi dan melayani. Pintu kami selalu terbuka lebar, kapan saja warga butuh atau ingin berkomunikasi, silakan datang. Sinergi dan kepercayaan adalah pondasi utama. Bersama-sama kita wujudkan Bandungan yang aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya tegas.
Rekam Jejak Pengabdian: Pengalaman Puluhan Tahun
Kehadiran IPTU Subedi di Bandungan bukan hal baru. Pada tahun 2020–2022 saat pandemi COVID-19 melanda, beliau pernah bertugas di sini sebagai Kepala Unit Pembinaan Masyarakat (Kanit Binmas). Di masa sulit itu, beliau bahkan terjun langsung ke lapangan sebagai bagian tim pemakaman korban pandemi di wilayah Kabupaten Semarang, menunjukkan dedikasi tinggi untuk melayani warga dalam situasi paling berat sekalipun.
Setelah bertugas di Bandungan, karirnya berlanjut di Polsek Bergas menjabat Kepala Unit Samapta, di mana kemampuannya menjaga ketertiban dan keamanan sangat terasa dampaknya bagi warga.
Namun sejarah pengabdiannya jauh lebih panjang dan berwarna. Sebagian besar masa dinasnya, hampir 27 tahun, beliau habiskan di lingkungan Polda Sulawesi Selatan. Di sana, beliau dikenal sebagai sosok andalan di bidang Reserse/Reskrim — menjadi bagian dinas terlama yang pernah diembannya. Pengalaman panjang ini menajamkan ketajaman analisis dan kemampuan penyidikan yang kini menjadi bekal berharga dalam memimpin.
Tak hanya tangguh dalam penegakan hukum, IPTU Subedi juga memiliki jiwa sosial dan kepedulian ekonomi yang tinggi. Saat bertugas dulu di Bandungan, beliau adalah pendiri sekaligus perintis Perkumpulan Pedagang, Pendekor dan Petani Bunga Bandungan (P3BB). Hingga kini, meski berpindah tugas, beliau masih aktif dipercaya sebagai Pembina P3BB, terus mendampingi warga pelaku usaha dan pertanian agar tetap maju dan sejahtera.
Dukungan dan Kesan Positif dari Masyarakat & Rekan
Kemampuan dan karakter IPTU Subedi bukan sekadar catatan jabatan, melainkan sudah dirasakan langsung oleh masyarakat tempat beliau bertugas. Asep NS, Pemimpin Redaksi Media Online Penajournalis.com, yang berbasis di Desa Pagersari, memberikan apresiasi tinggi.
“Saya sudah lama mengenal cara kerja Pak Subedi. Waktu bertugas sebagai Kanit Binmas maupun Kanit Samapta di Polsek Bergas, kinerjanya sangat menonjol. Kepeduliannya pada warga, cara membangun kerja sama, dan perhatiannya pada kegiatan sosial sangat nyata kami rasakan di Desa Pagersari. Beliau selalu hadir dan merangkul masyarakat,” ungkap Asep NS.
Bahkan para anggota Satuan Pelindung Masyarakat (Satlimas) Desa Pagersari yang dulu sering dibimbing langsung oleh beliau, turut menyampaikan selamat dan rasa bangga. Mereka sepakat bahwa pengalaman, keahlian, dan hati pelayanan yang dimiliki IPTU Subedi sudah sangat layak dan pantas untuk mengemban amanah Kapolsek.
“Mereka masih sering menceritakan cara beliau mendidik dan mengayomi. Semua sepakat, beliau sosok yang tepat memimpin. Kami yakin Polsek Bandungan makin dicintai dan dipercaya rakyat di bawah arahan beliau,” tambah Asep NS.
Harapan Warga: Moto Menjadi Nyata
Dengan segala bekal pengalaman, keahlian, dan kepedulian sosial yang dimilikinya, warga Bandungan sangat optimis. Moto “Melayani Dengan Hati, Bekerja Dengan Aksi” diharapkan benar-benar menjadi budaya kerja sehari-hari, bukan sekadar tulisan di tembok. Semoga di bawah pimpinannya, pelayanan makin prima, penegakan hukum makin adil, dan rasa aman serta damai makin terasa bagi seluruh masyarakat.
(Redaksi)
Editor: Nurhidayah







