Lintangpena.com Subang, 29 Mei 2025 – Dalam rangka mendukung kemajuan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian, mahasiswa Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya (ARS) yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar seminar bertema “Digitalisasi Menuju SDM Pertanian yang Maju” di Desa Salam Jaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja utama kelompok KKN, yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi transformasi digital, khususnya di bidang pertanian. Seminar ini dilaksanakan di Balai Desa Salam Jaya dan dihadiri oleh puluhan warga, termasuk para petani, perangkat desa, pemuda, dan tokoh masyarakat setempat.
Mendorong Pemahaman Teknologi dalam Penebusan Pupuk Subsidi
Salah satu isu utama yang diangkat dalam seminar ini adalah penggunaan aplikasi elektronik dalam proses penebusan pupuk subsidi, yang saat ini telah menjadi kebijakan nasional. Para mahasiswa menyampaikan materi edukatif tentang bagaimana aplikasi tersebut bekerja, serta langkah-langkah praktis yang harus dilakukan petani agar bisa mengakses pupuk subsidi dengan lebih mudah dan tepat sasaran.
Tim mahasiswa ARS juga melakukan demonstrasi langsung di hadapan warga mengenai cara mengunduh dan menggunakan aplikasi tersebut, serta menyampaikan solusi untuk kendala umum yang sering dihadapi masyarakat, seperti keterbatasan akses internet atau kurangnya pemahaman digital.
Apresiasi dari Pemerintah Desa
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pemerintah desa. Kepala Desa Salam Jaya, Ujang Sucipto, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada mahasiswa ARS atas inisiatif dan kontribusinya dalam meningkatkan literasi digital masyarakat petani.
“Saya sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa dari Universitas ARS. Sosialisasi ini sangat membantu warga kami, terutama para petani yang masih kesulitan memahami sistem baru untuk penebusan pupuk subsidi. Ini adalah informasi penting, dan kami merasa sangat terbantu. Harapan kami, kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut,” ujar Ujang.
Beliau juga menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa ilmu dan wawasan baru, tetapi juga menumbuhkan semangat baru di kalangan pemuda desa untuk lebih terbuka terhadap perubahan dan perkembangan teknologi.
Mahasiswa sebagai Agen Perubahan
Ketua kelompok KKN ARS di Desa Salam Jaya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bentuk nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) yang tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga turun langsung ke masyarakat untuk memberikan dampak sosial yang positif.
“Kami berharap melalui seminar ini, masyarakat, khususnya para petani, dapat lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi sistem pertanian digital. Petani adalah garda depan ketahanan pangan, dan mereka perlu dibekali dengan pengetahuan yang sesuai dengan zaman,” ujarnya.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan ini, diharapkan akan terjadi peningkatan kesadaran dan kemampuan masyarakat desa dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi pertanian. Langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan besar menuju pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Kegiatan seminar ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara warga dan mahasiswa, serta pembagian leaflet panduan penggunaan aplikasi pupuk subsidi. Acara ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mewujudkan pertanian cerdas berbasis digital di tingkat desa.
Sumber: Bagus Yusuf Sukmawan
Al Jupri Munawa
Editor: Nurhidayah







